dialektika – Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) menggelar vaksinasi massal Covid-19 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (20/11/2021).
Vaksinasi massal Covid-19 diselenggarakan di SMA Muhamamdiyah Sumenep. Pelaksanaan vaksinasi dilaksanakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sumenep melibatkan bersama Polres setempat.
Momentum vaksinasi dihadiri Ketua PDM Sumenep Moh. Yasin, Perwakilan MPKU PP Muhammadiyah Adi Kusnadi dan dari perwakilan Poli Klinik Polres Sumenep.
Agus Kusnadi, Perwakilan MPKU PP Muhammadiyah menyampaikan, bahwasanya kegiatan Mentari Covid-19 Vaccine (MCV) MPKU Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut merupakan sebuah program yang didukung oleh Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dan Kemenkes RI untuk mencegah jutaan kematian melalui vaksinasi dan hospital capacity building selama periode program 2021-2022.
Program vaksinasi lanjutnya dilaksanakan untuk mendukung capaian percepatan vaksinasi Covid-19 nasional melalui akses yang lebih merata bagi seluruh masyarakat di Indonesia dan berlangsung selama 12 (dua belas) bulan, September 2021 hingga Agustus 2022.
MCV sendiri paparnya memiliki dua tujuan utama yakni yang pertama, mendukung percepatan vaksinasi nasional melalui vaksinasi massal dan melalui pengadaan vaksinasi di sentra rumah sakit. Kedua, melaksanakan Covid-19 Response melalui capacity building/penguatan pelayanan ICU Covid- 19 di rumah sakit.
“Dua tujuan itu kemudian melahirkan tiga program kerja MCV yang pertama adalah Vaksinasi Massal Covid-19 Muhammadiyah Untuk Semua, kedua Sentra Vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit/Klinik Muhammadiyah & Aisyiyah dan yang ketiga Penguatan ICU Covid-19 di Rumah Sakit Muhammadiyah & Aisyiyah,” terang Agus Kusnadi.
Lanjut Agus Kusnadi memaparkan, vaksinasi Massal Covid-19 Muhammadiyah Untuk Semua memiliki target sasaran wilayah sejumlah 62 kota/kabupaten dari 26 provinsi di Indonesia terutama kota/kabupaten yang capaian vaksinasinya masih rendah.
“Capaian target dari vaksinasi massal ini minimal mencapai 200.000 sasaran per dosis hingga Agustus 2022. Dan vaksinasi Massal Covid-19 Muhammadiyah Untuk Semua melibatkan mitra penyelenggara vaksinasi di Muhammadiyah, yakni Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) seperti saat ini, pengurus wilayah Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), perguruan tinggi Muhammadiyah, dan sekolah Muhammadiyah di seluruh Indonesia,” paparnya.
Selain itu kata Agus Kusnadi, program Sentra Vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit/Klinik Muhammadiyah dan Aisyiyah, diwujudkan melalui jalinan kerjasama dengan 20 RS dan klinik Muhammadiyah dan Aisyiyah.
“Kemudian program yang terkahir adalah Penguatan ICU Covid-19 di Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah. Ini akan dilakukan pada 30 Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah termasuk kemampuan manajerial untuk memberikan perawatan berkualitas bagi pasien Covid-19 berdasarkan pedoman nasional dan pengetahuan serta keterampilan petugas kesehatan untuk memberikan perawatan dasar bagi pasien Covid-19,” kata Agus Kusnadi.
Lebih lanjut Agus Kusnadi mengutarakan, Capacity building RS, terutama di ruang perawatan intensif, perlu akan ditingkatkan rumah sakit untuk memberikan perawatan intensif, dengan tetap mempertahankan kegiatan lain seperti vaksinasi, program reguler, promosi kesehatan, dan memastikan keselamatan para petugas kesehatan.
Sementara itu, Moh Yasin, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sumenep, menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi massal sebagai wujud kepedulian Muhammadiyah dalam membantu percepatan herd immunity di seluruh Indonesia terutama di Kabupaten Sumenep.
“Kegiatan pelaksanaan vaksinasi massal ini dalam rangka membantu percepatan pencapaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sumenep, PDPM Sumenep bersama Polres melaksanakan satu program Vaksinasi Massal Covid-19 Muhammadiyah Untuk Semua, dimana program ini adalah program dari MPKU PP Muhammadiyah,” terangnya.
Moh Yasin mengutarakan, MPKU PP Muhammadiyah itu merupakan unsur pembantu pimpinan persyarikatan yang diberikan tugas sebagai penyelenggara amal usaha, program, dan kegiatan pokok dalam bidang kesehatan sesuai dengan kebijakan Pimpinan Persyarikatan masing-masing tingkat.
Untuk kegiatan vaksinasi di SMA Muhammadiyah Sumenep kata Moh Yasin, akan berlangsung selama 3 hari berlaku bagi warga persayarikatan Muhammadiyah dan juga untuk umum.
“Kegiatan ini untuk warga persayarikatan Muhammadiyah dan juga untuk umum, masyarakat boleh datang dan bervaksin, kegiatan ini akan berlanjut di Kangean pada tanggal 27-28 November 2021,” jelasnya.
Seraya pihaknya berharap masyarakat terutama warga persyarikatan Muhammadiyah agar melakukan vaksinasi, bisa di kegiatan yang di adakan oleh Muhammadiyah atau yang di lakukan oleh Pemerintah setempat. (ilz)






