Terindikasi Tidak Ada Fondasi, Pembangunan Plengsengan Terancam Ambles

  • Whatsapp

Sumenep, dialektika.news – Mengacu pada juklak dan juknis secara umum, pemasangan pondasi, sebelumnya tanah harus digali terlebih dahulu lalu adukan pasir dan semen ditabur di dasar galian yang kering.

Selanjutnya barulah batu kali dipasang di atas adukan pasir dan semen tersebut guna batu kali dasar pondasi kuat menancap melekat pada adukan jadi kokoh dan kuat.

Bacaan Lainnya

Namun kenyataannya pelaksanaan proyek plengsengan yang terletak di Desa Laok Jang-jang, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terindikasi tidak ada galian tanah untuk pondasi.

Pekerjaan proyek itu menjadi sorotan publik, melihat pengerjaan yang diduga kuat tidak sesuai dengan bestek itu, masyarakat merasa resah, dan menjadi bahan perbincangan plengsengan terancam ambles.

Sebelumnya diberitakan dilalektika.news, bahwa pembangunan proyek di kepulauan masih ada yang nakal dan tidak patuh aturan.

Dari hasil penelusuran pelaksana proyek plengsengan tersebut adalah Jatem. Jatem saat dikonfirmasi menegaskan, kalau pihaknya kerja silakan untuk di cek kelapangan.

“Coba sekarang ke lokasi bongkar sekarang juga. Segera cek jangan buat fitnah. Kalau saya kerja silakan cek kelapangan sekarang juga,” dalih Jatem saat dikonfirmasi dialektika.news, Rabu (09/10/2022).

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Sumenep, Agus Adi Hidayat, belum dapat dikonfirmasi lantaran tidak bisa ditemui, Jum’at (11/10/11). (Ridhawi)

Pos terkait