Sumenep, dialektika.news — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Pamekasan bekerja sama dengan Pokmas Lipas kembali menggelar bimbingan keterampilan bagi klien pemasyarakatan. Kali ini, sebanyak 26 klien dari wilayah Kabupaten Sumenep mendapatkan pelatihan pembuatan sabun cair yang digelar di Aula Kantor Diskoperindag Sumenep.
Kepala Bapas Kelas II Pamekasan, Siti Sunariyah, A.Md.I.P., S.H., mengatakan pelatihan ini bertujuan membekali klien dengan keterampilan praktis agar dapat mandiri secara ekonomi setelah selesai menjalani masa pembinaan.
“Harapan kami, klien mampu memanfaatkan keterampilan ini untuk membuka usaha sendiri dan meningkatkan kualitas hidupnya,” ujar Siti, Rabu (24/07/2025).
Ia menjelaskan, keterampilan pembuatan sabun cair dipilih karena mudah dipelajari, membutuhkan modal kecil, dan memiliki prospek pasar yang luas. Pelatihan ini juga merupakan bagian dari strategi untuk menekan angka residivisme.
“Dengan keterampilan ini, mereka bisa mandiri, bahkan membuka lapangan kerja baru. Ini langkah nyata membekali mereka agar tidak kembali mengulangi pelanggaran hukum,” imbuhnya.
Pelatihan sabun cair ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan pembinaan kemandirian yang telah dilakukan sepanjang 2025, seperti pelatihan salon, sablon, pembuatan songkok, ecoprint, hingga batik.
Siti menambahkan, hasil dari pelatihan-pelatihan tersebut tidak akan berhenti sebagai kegiatan semata. Ke depan, Bapas Pamekasan berencana melakukan branding terhadap produk-produk hasil karya klien dan memasarkannya ke seluruh Lapas dan Rutan di Jawa Timur.
“Kami ingin program ini berkelanjutan. Produk buatan klien akan kami pasarkan secara luas agar mereka benar-benar merasakan manfaat ekonomi dari keterampilan ini,” tegasnya.
Melalui kerja sama dengan Pokmas Lipas, Bapas Pamekasan berharap klien binaan tak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga kepercayaan diri untuk kembali dan berkontribusi di tengah masyarakat. (RID)






