Warga Mengeluh Praktik Dokter di Perumahan Sumenep, Penyebab Parkir Pasien Sembraut

  • Whatsapp

Sumenep, dialektika.news – Harapan untuk mencapai win-win solution, menanti mediasi dari Camat Batuan, Kabupaten Sumenep dan Pemerintah Desa setempat terkait praktik dokter mandiri yang beroperasi di rumah tinggal Perm Griya Alam Raya tidak menyediakan lahan parkir yang memadai.

Keluhan warga terkait praktik dokter di perumahan yang menyebabkan parkir semrawut, merupakan masalah umum yang sering memicu konflik sosial dan kemacetan lingkungan. Situasi ini terjadi karena volume kendaraan pasien melebihi kapasitas parkir mandiri, sehingga memakan bahu jalan atau menutupi akses rumah warga lain.

Bacaan Lainnya

Penyebab utama, praktik dokter mandiri yang beroperasi di rumah tinggal sering kali tidak menyediakan lahan parkir yang memadai. Akibatnya, pasien memarkir mobil atau motor di bahu jalan perumahan, menghalangi jalan, dan terganggu akses masuk ke rumah sendiri.

Umrotul, salah satu warga Perm Griya Alam Raya, ia menyampaikan kepada Media dialektika.news atas keluhannya. Pihaknya secara baik-baik kepada pihak dokter untuk mencari solusi bersama, seperti mengatur ulang jadwal pasien atau menggunakan lahan parkir bersama. Selasa (10/03).

Praktik dokter mandiri di perumahan menurut aturan diizinkan selama mematuhi peraturan, termasuk memiliki IMB, Surat Izin Praktik (SIP), dan tidak menimbulkan dampak lingkungan (termasuk parkir) yang merugikan lingkungan sekitar.

Tindakan atau aktivitas praktik dokter mandiri yang beroperasi di rumah pribadi diperbolehkan oleh otoritas, atau norma yang berlaku, dengan syarat dan ketentuan wajib mengikuti seluruh rambu-rambu, prosedur, dan batasan yang telah ditetapkan.

Pasien parkir sembarangan di depan rumah warga, atau bahkan menutup akses jalan perumahan. Hal ini menimbulkan keresahan dan gangguan kenyamanan warga sekitar.

Standar praktik mandiri, berdasarkan peraturan, tempat praktik mandiri dokter sebenarnya wajib memiliki dokumen kajian lingkungan dan menyediakan sarana yang memadai.

Hingga berita ini tayang belum ada keterangan resmi dari Plt. Camat Batuan dan Pemerintah Desa setempat. (RID)

Pos terkait